Beginilah Cara Kerja Power Steering yang Tidak Anda Ketahui

Cara Kerja Power Steering – Menyangkut masalah otomotif pasti selalu diidentikkan dengan pria atau laki-laki. Padahal, kaum perempuan juga wajib tahu istilah-istilah yang digunakan dalam dunia otomotif agar tidak gampang tertipu saat sedang menyervis kendaraan.

Bayangkan saja ketika Anda tidak tahu tentang istilah-istilah tersebut saat mobil Anda mengalami kerusakan, apa yang bakal Anda lakukan? Oleh sebab itu, dengan mempelajari istilah-isilah semacam ini, Anda jadi semakin menambah  wawasan dan tahu tentang cara kerja power steering.

Pengetahuan seperti ini bisa Anda pelajar sendiri dengan memperhatikan beberapa ulasan tentang power steering berikut ini.

Apa Itu Power Steering?

Teknologi yang digunakan dalam dunia otomotif semakin hari semakin canggih. Banyak istilah-istilah baru yang digunakan dalam dunia ini, termasuk istilah power steering.

Lantas, apa itu power steering? Istilah power steering sudah digunakan untuk menamai sistem kemudi yang berfungsi untuk memudahkan pengemudi saat sedang menyetir.

Meski tergolong baru, namun teknologi ini sudah digunakan oleh beberapa perusahaan mobil ternama seperti Toyota, Suzuki, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui cara kerja power steering ini, maka Anda bisa lebih mudah mendeteksi kerusakan yang terjadi pada mobil Anda.

Jenis-jenis Power Steering di Indonesia

prinsip kerja power steering elektrik

Pada dasarnya ada dua jenis power steering yang digunakan di Indonesia. Berbeda dengan negara lainnya, power steering yang dikenal di Indonesia hanya power steering elektrik dan power steering hidrolik. Kedua jenis power steering ini punya cara kerja power steering yang berbeda. Apa sajakah itu?

  1. Power Steering Elektrik

Power steering ini dikenal juga dengan singkatan EPS. Asal mula EPS ini adalah hasil pengembangan dari power steering hidrolik, sehingga secara komponen dan teknologi lebih canggih daripada jenis yang lainnya.

Karena kecanggihannya inilah sistem EPS sudah terkontrol secara otomatis menggunakan sistem komputer yang sudah terkomputerisasi dengan baik dan tidak menggunakan cairan atau oli lagi.

Simak artikel tentang cara kerja mesin 2 tak pada sepeda motor Anda.

Kecanggihan sistem power steering ini membuat komponen yang digunakan lebih banyak dibandingkan power steering hidrolik. Beberapa komponen diantaranya adalah motor listrik, electronic control module, on board diagnostic, motor listrik, steering clutch, noise suppressor, dan torque sensor.

  1. Power Steering Hidrolik

Bagaimana dengan power steering hidrolik? Apa bedanya dengan EPS? Jika dibandingkan, power steering hidrolik menggunakan tekanan oli untuk menggerakkan sistem steering-nya.

Cara kerja power steering ini juga bisa disebut manual karena kenyataannya masih memanfaatkan sistem yang dibuat secara manual, bukan yang sudah terkomputerisasi seperti EPS.

Meskipun dari sisi teknologi tertinggal jauh dari EPS, namun jenis steering ini masih cukup digemari dan digunakan oleh beberapa orang. Hal ini tak lain karena performa sistemnya yang masih cukup mumpuni digunakan di era seperti sekarang.

Tipe power steering hidrolik yang paling sering digunakan misalnya tipe rack and pinion dan tipe recirculating ball. Dari segi komponen, steering ini terdiri dari empat komponen inti seperti steering rack assembly, reservoir tank, pipa dan selang, serta pompa.

Tanpa salah satu dari keempat komponen tersebut, fungsi steering hidrolik tidak akan bisa berfungsi secara optimal.

Cara Kerja Power Steering Elektrik

cara kerja power steering

Kecanggihan adalah daya tarik utama dari power steering elektrik ini. Lantas, bagaimana cara kerja power steering jenis ini? Apakah sulit untuk dilakukan? Dengan adanya sistem EPS ini sebenarnya lebih memudahkan para pengemudi mobil, bukannya menyusahkan.

Cara menggunakannya pun berbeda. Anda harus memutar kunci kontak mobil agar aliran listrik pada baterai mengalir dan menghidupkan mesin. Jika mesin mobil sudah hidup, maka bagian control module akan mengalirkan arus listrik ke bagian clutch agar steering main shaft dan motor steer terhubung.

Sewaktu Anda membelokkan steering mobil Anda, steering torque sensor akan bertugas untuk mendeteksi besar dan kecepatan puntir kemudi saat belokan. Kemudian, data-data tersebut akan menyuplai aliran listrik yang diambil oleh steering control module ke steering pengemudi sesuai dengan kebutuhan Anda. anda bisa meringankan beban stir Anda jika tarikannya dirasa terlalu berat.

Ketika mobil berada dalam kecepatan tinggi, steering mobil secara otomatis akan dinonaktifkan, sehingga stir akan jauh lebih berat saat digunakan dalam kecepatan tinggi. Hal ini dilakukan agar mobil Anda tetap stabil dan aman digunakan saat kecepatan tinggi.

Beban penyetiran saat mobil berada dalam kecepatan tinggi ini juga bisa diatur secara manual dengan cara mengotak-atik vehicle speed sensor (VSS). Kemudian, VSS akan mengirim data untuk menginformasikan kepada steering control module ketika mobil menempuh kecepatan 80 km per jam. Dengan begitu, power steering akan menjadi berat.

Cara Kerja Power Steering Hidrolik

cara kerja power steering hidrolik

Terdapat perbedaan cara kerja antara power steering hidrolik saat posisi netral dengan cara kerja power steering saat posisi belok. Apa saja yang membedakan?

  1. Saat Posisi Power Steering dalam Keadaan Netral

Ketika power steering berada dalam kondisi netral, artinya posisi power steering sedang lurus. Posisi ini bisa dilihat dari control valve-nya yang berada pada posisi netral, sehingga rotary valve menutupi left dan right pressure chamber.

Dalam posisi ini, minyak atau oli akan mengalir melalui rotary valve menuju relief port lalu kembali menuju pompa power steering hidrolik.  Sederhananya, cara kerja power steering hidrolik menggunakan putaran mesin saat memompa power steering.

Cara kerja ini akan membuat aliran oli yang ada di dalam sistem memiliki tekanan tinggi dan bisa digunakan untuk membantu mengendalikan rack kemudi. Kunci utama dari sistem power steering hidrolik ini terdapat pada aliran oli menuju rack kemudi mobil.

  1. Saat Power Steering dalam Keadaan Belok

Ketika power steering dalam keadaan belok, artinya rack kemudi sedang tidak dalam posisi lurus alias diputar ke satu arah. Jika perputaran ini diteruskan sampai steering main shaft memutar, maka akan membuat control valve di rotary valve bergerak mengikuti pressure chamber yang diarahkan.

Akibatnya, volume aliran oli power steering akan berubah dan membentuk tekanan pada power silinder. Tekanan ini juga bisa membuat piston bergerak dan mengembalikan pompa power steering ke rotary valve. Begitulah cara kerja power steering hidrolik yang bisa Anda coba.

Manfaat Power Steering di Mobil Anda

Setelah Anda mengetahui beberapa informasi terkait cara kerja power steering hidrolik dan elektrik, maka sekarang waktunya bagi Anda mengetahui manfaat-manfaat dari menggunakan power steering.

Apa sajakah manfaatnya? Manfaat paling utama dari menggunakan power steering adalah bisa memudahkan pengemudi saat sedang menyetir mobil. Apalagi saat steering berbelok. Biasanya beban steer akan lebih berat jika digunakan untuk berbelok.

Dengan adanya power steering, maka beban berat yang ada pada steering bisa berkurang dan membuat tarikan stir mobil jauh lebih ringan. Sistem ini juga sangat bermanfaat saat Anda sedang lelah. Sebab, tarikan stir yang berat justru akan membuat Anda tambah lelah. Maka dari itu, sistem steering ini diciptakan agar para pengemudi termasuk Anda tidak lelah selama menyetir mobil.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *